Puisi Matematika

Puisi Matematika 

Ingatkah pertama kali kita bertemu ?
Kita bertemu saat rinai hujan tengah menari
Dari titik sudut yang berseberangan kau tersenyum
Hingga menyentuh koordinat hatiku
Saat itulah ku rasakan ada sesuatu yang berbeda

Masih ingatkah dirimu ?
Kita bertemu lagi saat pelangi sedang menunjukkan pesonanya
Melengkung indah membentuk setengah lingkaran
Seperti pelangi kaulah warna di hidupku

Bantu aku meyakinkan perasaan ini
Semakin sulit untukku mengerti
Sesulit memecahkan soal trigonometri

Definisikan tentang rasa di hatiku
Teoremakan tentang cinta ini
Agar tak salah ku artikan semua

Setelah ku pikir dengan logika
Ku temukan titik puncak akan cintaku
Detik, menit, jam, hari ku lalui
Ku rasakan rasa ini kian terintegral
Bahkan mengalami dilatasi diperbesar
Aku percaya cintaku ini bagai grafik fungsi yang selalu naik
Seperti deret divergen, tak mempunyai batas

Apakah kau juga merasakannya ?
Atau hanya aku saja ?
Benarkah aku hanya himpunan kosong bagimu ?
Tapi aku tak peduli
Aku terus berotasi pada rasa ini
Tak juga bertranslasi ke lain hati
Meski ku tau kau bagai asimtot yang sangat sulit ku gapai
Namun ku selalu berharap agar tersisa ruang di hatimu untukku
Karena aku terlanjur mensubtitusikan cintamu ke dalam hatiku

By: Duhita Anindya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s