RME nya Indonesia

Realistic Mathematic Education (RME) dikembangkan di Belanda. Adaptasi RME di Indonesia dikenal dengan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI di Indonesia sama seperti di Belanda tetapi terdapat beberapa unsur yang berbeda. Unsur – unsur perbedaan tersebut yaitu unsur lokal dan ciri khas bangsa.

Dibawah ini adalah Hans Freudenthal sang penemu RME:

freudenthal1

Dalam kerangka RME, Freudenthal (1991) menyatakan bahwa “Mathematics as human activity” ini artinya bahwa pembelajaran matematika dimulai dari aktivitas manusia. Ada Tiga prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan RME, yaitu:

1. Prinsip Guided reinvention and progressive mathemizing

2. Prisip Didactial Phenomology

3. Prinsip Self developed models

Ketiga prinsip tersebut dioperasionalkan ke dalam 5 karakteristik dari RME (de lange,1987: Gravemeijer,1994):

1. Phenomenological explorataion

2. bridging by vertical instrumens

3. Student Contribution

4. Interactivity

5. Interwining

Berikut ini adalah salah satu contoh Pembelajaran PMRI

Seorang dosen/guru memberikan permasalah kepada mahasiswa/siswa nya

“Seorang ibu memasak dengan menghabiskan beras sebanyak ¾ kg setiap harinya. Beras yang tersedia yaitu sebanyak 1 kampil yang berisi 25 kg. Pertanyaannya, pada hari ke berapa ibu harus membeli beras lagi?”

Berikut ini jawaban dari siswa di salah satu Sekolah Dasar:

dan berikut ini jawaban dari mahasiswa Universitas Sriwijaya angkatan 2011:

Klik disini untuk download

KESIMPULAN :

 Dari satu masalah matematika sederhana yang dihubungkan dengan kehidupan nyata dapat dikembangkan beberapa jenis pemecahannya. Tipe-tipe soal seperti soal di atas, merupakan tipe soal yang menstimulus siswa untuk berpikir kreatif, dengan mengembangkan model yang formal maupun informal.

Alur-alur pemecahan di atas memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari segi efektifitas, pemecahan kelompok 7b memiliki tingkat efektifitas tertinggi. Sedangkan dari sisi intertwinning, kelompok 7a, memiliki keterkaitan materi dengan materi geometri.

Dari sebuah soal sederhana tersebut, dapat diajdikan konteks pembuka dalam pembelajaran PMRI yang akan menstimulus siswa untuk berinovasi dan berkreasi dalam menemukan pemecahan. Hal ini terlihat dari karakter-karakter PMRI yang muncul dalam pembelajaran.

  1. Menggunakan konteks mengenai masalah kehidupan sehari-hari, yaitu tentang persoalan perkiraan persediaan beras oleh seorang ibu rumah tangga.
  2. Menggunakan Model, pada soal di atas terdapat beragam model matematika yang dikembangkan oleh stiap kelompok
  3. Menggunakan konstruksi dan kreasi siswa, siswa didorong untuk berkarya dan berkreasi dalam memecahkan masalah. Masing-masing kelompok memiliki model dan gambar masing-masing dalam pemecahan masalah. Dengan argumentasi dan penjabaran masing-masing untuk menemukan satu solusi yang tepat.
  4. Interacktivity, terjadi diskusi aktif antara sesama teman kelompok, maupun diskusi kelas.
  5. Intertwinning, masalah kontekstual yang disajikan diawal, memiliki keterkaitan dengan materi pecahan, perkalian,pembagian, geometri. Sehingga terdapat jalinan antar materi matematika dalam satu permasalahan

Sehingga dapat disimpulkan, dari sebuah soal sederhana yang disajikan sebagai konteks pembuka di awal, dapat dikembangkan pemecahan yang beragam sesuai kreatifitas siswa. Kemudian secara otomatis dalam beragam pemecahan tersebut akan tercitra karakteristik PMRI.

Sumber:

http://p4mriaceh.wordpress.com/penelitian/

http://p4mrium.wordpress.com/2011/12/16/apa-itu-rme/

http://www.icmihistory.unito.it/portrait/freudenthal.php (for image)

http://www.youtube.com/watch?v=Wm_5DcJlYJM

2 thoughts on “RME nya Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s